Rahmat Assyraf Pranaja terpental mundur ke belakang. Ke perbukitan batu yang gersang. Tak ada lagi nganga luka di dada kirinya.
Rahmat Assyraf Pranaja terpental mundur ke belakang. Ke perbukitan batu yang gersang. Tak ada lagi nganga luka di dada kirinya. Ia tengah meneropong permukiman di Jalur Gaza dengan sebelah mata yang ia picingkan dan sebelah tangan yang memayunginya dari sinar matahari. Namun, baru saja akan melihat kerumunan Pasar Jabalia di wilayah Gaza, Rahmat kembali terpelanting ke ruang tanpa dinding tanpa dasar yang menggemakan lagu 'You are Allah' dengan begitu riang namun syahdu -- Ah Hayya, kamu di mana? Tiba-tiba sebuah oase menganga di hadapannya. Oase itu justru tidak berisi air yang dirindukan para musafir, melainkan sekuntum bunga raksasa berwarna coklat dan berkilauan di siram cahaya sang surya. Dan ada Hayya -- ya, Hayya Qasim binti Atta Hisyam! -- di dekat mahkotanya yang mekar sempurna. Gadis kecil itu hendak memulai langkah pertama, terjun ke dasar bunga ketika Rahmat meneriakkan namanya. Namun suaranya seperti tak memiliki volume di gurun itu. Dalam hitungan detik, Hayya sudah angslup di dalamnya. Rahmat yang hendak terjun mengejar Hayya tak bisa melakukan apa-apa sebab bunga itu sudah menguncup. Menjadi cakra yang menggetarkan sesiapa.
Hayya is available as an audiobook on Apple Books. We haven't confirmed it on Spotify yet — but you can still search there below.
Retailer links open each store's page for this title. As an Amazon Associate, FindMyTBR may earn from qualifying purchases — see our affiliate disclosure.
FindMyTBR aggregates audiobook availability across Spotify, Apple Books, Audible, and Amazon so you can
move your Goodreads TBR to audio. Availability reflects titles we've confirmed; a service with no badge
just hasn't been confirmed yet. Covers via Open Library.
Search your whole Goodreads shelf →